Ada Apa Dengan SNMPTN 2009?

Ganesha OperationHari ini, sambil baca koran Pikiran Rakyat yang beberapa hari lalu, dengan berita menganai SNMPTN 2009 yang rencananya sih akan dilangsungkan sekitar tanggl 1 juli 2009 secara serentak di Indonesia. Saya jadi ingat kurang lebih 10 tahun yang lalu (berarti saya sudah tua ya??) ketika mengikuti acara tersebut dan pada tahun pertama kelulusan dari SMAN 14 Bandung, ternyata saya belum dipercaya oleh Allah SWT untuk lulus baik di pilihan pertama maupun kedua ujian tersebut. Oh ya, sekedar informasi saja bahwa ujian masuk perguruan tinggi negeri memiliki nama yang berganti-ganti. Dulunya ujian tersebut diberi nama SIPENMARU (Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru), UMPTN (Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri) lalu SPMB (Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru) dan sekarang SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri)

Kembali ke cerita di atas, dulu tahun 99 saya memberanikan diri dengan percaya dirinya milih jurusan Akuntansi UI dan Akuntansi UNPAD. Ketika malam pengumuman tiba, rasa kantuk seperti hilang dari keseharian saya. 100% saya tidak bisa tidur menunggu hasil test UMPTN tersebut. Pas sekitar jam 3 malam, saya keluar rumah membeli koran PR dari tukang koran dadakan yang memang sengaja menjual koran PR pada event seperti ini saja. Lumayan harganya berlipat sampai 8 kali lipat harga normal koran PR pada saat itu. Padahal sih nanti pagi juga koran tersebut ada dan dijual dengan harga resmi, tapi karena rasa penasaran, jadi sengaja membeli koran edisi malam atau subuh ya
Saya buka halaman per halaman yang menampilkan kelulusan siswa yang ikut SNMPTN, saya langsung terkulai karena tidak ada nama saya disitu. Menyesal itu sudah pasti karena pada saaat ujian saya anggap belum optimal segala upaya dan pengetahuan saya. Beberapa hari sebelumnya (karena mungkin stress ya) saya sakit flu dan demam. Dan memang yang terpenting adalah saat itu saya tidak siap "Perang" dan "Peluru" senjata saya tidak pas atau tidak cukup mungkin ya.

Secara logis, untuk keberanian mengikuti ujian dengan pilihan Jurusan favorit di Jurusan IPS yaitu Akuntansi, seharusnya saya mengeluarkan segala kemampuan dan mungkin waktu belajar dan berlatih yang lebih banyak mungkin ya. Karena, pada saat itu benyak teman-teman di kelas yang juga milih jurusan tersebut dan mereka telah menyiapkan segala kemungkinan yang akan timbul. Ada beberap orang yang mengikuti les tambahan berupa bimbingan bimbel dengan tujuan agar menjadi pribadi yang lebih cerdas, pintar dan lebih unggul, baik dari SSC, Ganesha Operation, Primagama, dll. Memang sih dari 8 orang teman2 yang milih jurusan yang sama pun tidak ada yang lolos, tapi setidaknya mereka lebih prepare dibanding saya saat itu yang salah satunya dengan mengikuti bimbel tersebut.

Kembali ke masalah materi koran yang saya baca, ternyata SNMPTN sekarang lebih ribet. Mengapa saya katakan ribet? Selain harus mengikuti tes sesuai dengan jurusan yang diambilnya, peserta tes pun mendapat materi tambahan berupa Tes Potensi Akademik atau Tes Bakat Skolastik atau biasanya para karyawan yang pernah mengikuti tes ini menyebut dengan Tes Psikotes, hanya untuk mendapatkan satu kursi di Perguruan Tinggi Pilihannya. Padahal nih ya, secara umum sistem penerimaan mahasiswa di perguruan tinggi negeri dibagi dalam beberapa kategori atau cara. Pertama, cara PMDK (Penelusuran Minat dan Kemampuan). Perguruan tinggi yang masih memberlakukan sistem ini adalah UPI, IPB dan PTN lainnya. Kedua, dengan cara ujian masuk PTN khusus, seperti UM UGM, USM ITB, USM UNSOED, SMUP, SIMAK UI dan seterusnya. Terakhir, ya dengan cara SNMPTN seperti Universitas Indonesia, UGM, UPI, UNAIR, dll.

Menariknya dan sayangnya, prosesntase penerimaan mahasiswa barunya pun bervariasi. UGM secara mengejutkan menyebutkan bahwa porsi penerimaan mahasiswa barunya tahun 2009 sebanyak 88% dari jumlah kursi yang diperebutkan.
Tahun 1990-an, menempuh pendidikan di sebuah perguruan tinggi negeri melalui jalur Penelusuran Minat dan dan Kemampuan (PMDK) merupakan mimpi banyak orang. Saat itu, selain menawarkan sejumlah beasiswa, PMDK menjadi semacam barometer intelektual seorang mahasiswa yang di dalamnya terselip gengsi yang tinggi. Lucunya, kalau dulu PMDK yang dibuka PTN itu melalui seleksi nilai rapor SMA mulai kelas satu sampai tiga, sekarang ini PMDK bisa digunakan untuk masuk ke PTN jika calon mahasiswa tidak lulus SNMPTN (dari kompas, 6 feb 2009). Mengapa?, karena banyak mahasiswa yang tidak lolos SNMPTN ternyata memiliki kualitas yang baik (hanya kesempatan bersaingnya kurang) sehingga minat mereka kuliah di PTN masih bisa disalurkan melalui jalur PMDK.

Universitas Airlangga (Unair) menyelenggarakan PMDK ini secara mandiri. Dalam sistem ini, seluruh calon mahasiswa hanya dapat memilih program-program studi yang diselenggarakan Unair. Calon mahasiswa dapat diterima menjadi mahasiswa baru melalui PMDK-UNAIR, jika lulus ujian tulis Tes Potensi dan Prestasi Akademik Unair (TPPA Unair).

» Read More...

Perkembangan Televisi Yang Sangat Menakjubkan


Televisi adalah sebuah alat penangkap siaran bergambar. Kata televisi berasal dari kata tele dan vision; yang mempunyai arti masing-masing jauh (tele) dan tampak (vision). Jadi televisi berarti tampak atau dapat melihat dari jarak jauh.

Perkembangan
Dalam penemuan televisi, terdapat banyak pihak, penemu maupun inovator yang terlibat, baik perorangan maupun badan usaha. Televisi adalah karya massal yang dikembangkan dari tahun ke tahun. Awal dari televisi tentu tidak bisa dipisahkan dari penemuan dasar, hukum gelombang elektromagnetik yang ditemukan oleh Joseph Henry dan Michael Faraday (1831) yang merupakan awal dari era komunikasi elektronik.
  • 1876 - George Carey menciptakan selenium camera yang digambarkan dapat membuat seseorang melihat gelombang listrik. Belakangan, Eugen Goldstein menyebut tembakan gelombang sinar dalam tabung hampa itu dinamakan sebagai sinar katoda.
  • 1884 - Paul Nipkov, Ilmuwan Jerman, berhasil mengirim gambar elektronik menggunakan kepingan logam yang disebut teleskop elektrik dengan resolusi 18 garis.
  • 1888 - Freidrich Reinitzeer, ahli botani Austria, menemukan cairan kristal (liquid crystals), yang kelak menjadi bahan baku pembuatan LCD. Namun LCD baru dikembangkan sebagai layar 60 tahun kemudian.
  • 1897 - Tabung Sinar Katoda (CRT) pertama diciptakan ilmuwan Jerman, Karl Ferdinand Braun. Ia membuat CRT dengan layar berpendar bila terkena sinar. Inilah yang menjadi dassar televisi layar tabung.
  • 1900 - Istilah Televisi pertama kali dikemukakan Constatin Perskyl dari Rusia pada acara International Congress of Electricity yang pertama dalam Pameran Teknologi Dunia di Paris.
  • 1907 - Campbell Swinton dan Boris Rosing dalam percobaan terpisah menggunakan sinar katoda untuk mengirim gambar.
  • 1927 - Philo T Farnsworth ilmuwan asal Utah, Amerika Serikat mengembangkan televisi modern pertama saat berusia 21 tahun. Gagasannya tentang image dissector tube menjadi dasar kerja televisi.
  • 1929 - Vladimir Zworykin dari Rusia menyempurnakan tabung katoda yang dinamakan kinescope. Temuannya mengembangkan teknologi yang dimiliki CRT.
  • 1940 - Peter Goldmark menciptakan televisi warna dengan resolusi mencapai 343 garis.
  • 1958 - Sebuah karya tulis ilmiah pertama tentang LCD sebagai tampilan dikemukakan Dr. Glenn Brown.
  • 1964 - Prototipe sel tunggal display Televisi Plasma pertamakali diciptakan Donald Bitzer dan Gene Slottow. Langkah ini dilanjutkan Larry Weber.
  • 1967 - James Fergason menemukan teknik twisted nematic, layar LCD yang lebih praktis.
  • 1968 - Layar LCD pertama kali diperkenalkan lembaga RCA yang dipimpin George Heilmeier.
  • 1975 - Larry Weber dari Universitas Illionis mulai merancang layar plasma berwarna.
  • 1979 - Para Ilmuwan dari perusahaan Kodak berhasil menciptakan tampilan jenis baru organic light emitting diode (OLED). Sejak itu, mereka terus mengembangkan jenis televisi OLED. Sementara itu, Walter Spear dan Peter Le Comber membuat display warna LCD dari bahan thin film transfer yang ringan.
  • 1981 - Stasiun televisi Jepang, NHK, mendemonstrasikan teknologi HDTV dengan resolusi mencapai 1.125 garis.
  • 1987 - Kodak mematenkan temuan OLED sebagai peralatan display pertama kali.
  • 1995 - Setelah puluhan tahun melakukan penelitian, akhirnya proyek layar plasma Larry Weber selesai. Ia berhasil menciptakan layar plasma yang lebih stabil dan cemerlang. Larry Weber kemudian megadakan riset dengan investasi senilai 26 juta dolar Amerika Serikat dari perusahaan Matsushita.
  • dekade 2000- Masing masing jenis teknologi layar semakin disempurnakan. Baik LCD, Plasma maupun CRT terus mengeluarkan produk terakhir yang lebih sempurna dari sebelumnya.
Memang benar banyak sebagian orang mengatakan kalau gambar yang dihasilkan TV LCD dan Plasma memiliki resolusi yang lebih tinggi. Tetapi kekurangannya adalah masa atau umur TV tersebut tidak dapat berumur panjang jika kita memakainya terus-menerus jika kalau dibandingkan dengan TV CRT atau yang dikenal sebagai tivi biasa yang digunakan orang pada umumnya.


» Read More...

Menumbuhkan kewirausahaan dan Inovasi Teknologi

Keunggulan sektor pertanian sebagai tulang punggung pembangunan telah dibuktikan pada saat krisis ekonomi pada 1997 yang melanda Asia dan yang paling terpukul adalah Indonesia. Pada saat itu pertumbuhan sektor pertanian masih memperlihatkan pertumbuhan yang positif sementara sektor industri manufaktur mengalami pertumbuhan negatif dan sampai sekarang masih belum pulih bahkan banyak industri yang gulung tikar dan hengkang ke luar negeri dan akibatnya pengangguran dalam negeri meningkat.
 

Apabila kita berkunjung ke daerah pada saat krisis mulai terjadi, tidak kelihatan adanya perubahan krisis ekonomi. Kondisi masyarakat di pedesaan pun di sebagian wilayah terutama di daerah pertanian biasa-biasa saja; kata mereka, yang krisis itu orang di kota. Meskipun demikian kondisi kebanyakan petani masih jauh di bawah harapan. Untuk meningkatkan pendapatan mereka maka perlu diupayakan agar produknya mempunyai nilai tambah ekonomi. Dan salah satu cara untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi mereka adalah dengan menggiatkan sektor agribisnis di pedesaan. Oleh karena itu Prof. Bungaran sejak ia menjadi Menteri Pertanian telah meletakkan Agribisnis sebagai grand strategy dari Departemen Pertanian (Deptan, 2001). Seharusnya agribisnis inilah menjadi grand strategi jangka panjang pemerintah khususnya Deptan (tidak hanya sampai 2004).

Menumbuhkan Entrepreunership dalam Pertanian.
Ada banyak definisi mengenai entrepreunership. Menurut Daft (1997) entrepreunership adalah suatu proses untuk memulai suatu bisnis, mengorganisir sumber daya yang diperlukan dengan memperhitungkan resiko dan keuntungan. Orang yang menjalankannya disebut entrepreuner atau seorang wirausaha. Jadi secara singkat agribisnis adalah entrepreneurship/wirausaha dalam pertanian. Sri Bramantoro Abdinagoro, pengasuh rubrik bisnis Harian Republika (Republika 22 Januari 2003) memberikan beberapa definisi entrepreunership dari berbagai pakar antara lain: Entrepreunership atau kewirausahaan adalah usaha inovasi, sesuatu yang baru (metode, produk, bahan baku dan lainnya), memberikan nilai tambah (value added) dan resiko. Dari definisi ini maka yang membedakan antara orang wirausaha dan bukan adalah terletak pada keberanian mengambil resiko, ( bertanggung jawab, berusaha mencari sesuatu yang baru, inovatif dan pantang menyerah. Dari definisi ini pula dapat dikatakan bahwa wirausaha tidak mesti selalu terkait dengan swasta tetapi bisa ada di lembaga nir laba dan lembaga pemerintah sekalipun. Bagaimana dimensi usahanya, berapa modal dan tenaga kerja yang digunakan akan membedakan antara usaha besar, menengah atau kecil.
 

Kita harus akui bahwa Bangsa Indonesia selama ini adalah bangsa yang konsumtif. Penulis pernah bertemu dengan seorang pengusaha Jepang sambil berdiskusi dan menurutnya salah satu yang membedakan antara orang yang konsumtif dengan yang inovatif / produktif adalah terletak pada melihat sesuatu benda. Orang yang konsumptif pada saat pertama kali melihat suatu benda maka selalu yang ditanyakan adalah berapa harganya, sedangkan orang yang inovatif / produktif maka yang pertama yang ada di dalam benaknya adalah bagaimana membuat dan menjual barang tersebuMemang tidak mudah untuk membangkitkan jiwa-jiwa entrepreneurship seketika karena sarna dengan merubah budaya yang memerlukan waktu. 

Tetapi kalau tidak dimulai mustahil untuk dicapai. Merubah suatu perilaku/budaya bagaimanapun harus melalui pendidikan. Oleh karena itu agribisnis sudah harus diperkenalkan dalam kurikulum pendidikan baik formal maupun non formal. Di Indonesia sudah ada misalnya program Master khusus untuk agribisnis di IPB tetapi institusi yang berkualitas seperti ini terlalu sedikit untuk penduduk Indonesia yang begitu banyak. Perlu proses pembudayaan agar bangsa Indonesia cinta akan entrepreneurship khususnya dalam pertanian sehingga nanti nya semakin lama akan timbul usaha-usaha kecil/menengah.

Penulis ingin mengambil contoh di Jepang. Di sana dengan mudah kita bisa bertemu dengan seorang presiden. Tapi presiden yang dimaksud di sini adalah Presiden Perusahaan yang tertera di kartu namanya. Dan jangan heran kalau kita berkunjung ke perusahaannya kita hanya menemukan 2 atau 3 orang stafnya dengan ruangan 5 x 4 meter bahkan lebih sempit lagi. Mereka punya rasa kebanggaan kalau bisa punya perusahaan meskipun skala kecil. Dan perusahaan kecil inilah yang tumbuh banyak di Jepang mendukung ekonomi negara
Menurut Daft 1997 usaha kecil/menengah (small-medium entreprice) pada awalnya rnemang diragukan kemampuannya sebagai penggerak ekonomi; akan tetapi pada dewasa ini telah terbukti bahwa usaha kecil/menengah telah menjadi bagian dari bisnis dunia dan menurut perkiraan usaha kecil/menengah menciptakan lapangan kerja dua dari tiga lowongan kerja di Amerika. Telah diakui bahwa ekonomi Jepang sangat kokoh berkat dukungan usaha kecil/menengah, demikial juga Korea Selatan, dan menyusul Malaysia. Indonesia sebagai negara agraris dengan keragaman produk pertanian yang begitu luas memberikan salah satu lingkungan yang kondusif untuk tumbuhnya, agribisnis kecil/menengah.

Inovasi Teknologi Sebagai Penyangga Agribisnis
Tanpa teknologi, industri tidak akan berkembang. Prof. B.J. Habibie selalu mengambil contoh bagaimana menaikkan nilai harga sekeping baja dengan mengubahnya menjadi mobil atau pesawat. Untuk merubah kepingan baja tadi menjadi mobil perlu ada teknologi. Apakah kepingan baja tadi dirubah menjadi mobil kijang atau mobil mercedes diperlukan inovasi teknologi. Begitu juga dalam industri pertanian tidak mungkin berjalan tanpa adanya teknologi yang mendukungnya. Prof. Bungaran tidak bosan-bosan selalu memberikan penekanan pentingnya inovasi teknologi. Kegiatan agribisnis dari hulu sampai hilir syarat akan teknologi. Mulai dari pra panen (penyiapan benih, pengolahan tanah, panen) sampai pada pasca panen (pengolahan produk) sampai pada penjualan produk akhir, menuntut adanya inovasi teknologi.

Kalau kita sempat berkunjung ke Jepang kemudian sempat membeli produk olahan bahan makanan dari produk pertanian maka dengan mudah dapat kita buktikan bagaimana suatu produk pertanian dapat dirubah menjadi produk olahan yang harganya sangat tinggi melalui proses inovasi teknologi pertanian.

Umpamanya bahan (ingredient) utamanya hanya ubi jalar tetapi karena diolah dengan teknologi pasca panen (diproses ke dalam bentuk kue) kemudian dibungkus dengan teknologi pengepakan yang baik menghasilkan produk yang harganya lebih mahal. Ini hanya salah satu contoh untuk ubi jalar. Di I Indonesia sudah bisa ditemukan untuk beberapa produk seperti kripik salak, nangka, dsb., dan tentunya masih banyak lagi yang bisa dilakukan sebagai negara yang memiliki keanekaragaman komoditas yang tinggi dengan sentuhan inovasi.
 

Teknologi pertanian tidak akan memberikan makna manakala tidak mampu untuk memberikan nilai tambah suatu produk, dan agar teknologi memberikan makna diperlukan inovasi agar teknologi tersebut bisa masuk ke dalam jalur agribisnis. Apakah kacang hijau hanya berakhir pada produk bubur kacang hijau yang sering kita santap di warung pinggir jalan atau dirubah menjadi produk yang nilainya lebih tinggi, tergantung dari inovasi teknologi. Nickel (1988) mengemukakan pendapat Peters dan Waterman (pengarang buku In Search of Excellent) bahwa orang yang kreatif di bisnis Amerika tidak kurang tetapi yang kurang adalah inovator. Kreatifitas adalah memikirkan sesuatu hal yang baru sedangkan inovasi adalah membuat sesuatu yang baru. Usaha-usaha untuk membentuk tenaga peneliti yang inovatif merupakan suatu hal yang sangat penting dan ini bisa dilakukan mulai dari proses rekrutmen peneliti yang berbakat.
 

Pentingnya mengembangkan SDM dalam penguasaan teknologi utamanya untuk mendukung pengembangan agribisnis, dan untuk menumbuhkan entrepreunership telah menjadi amanat dart Program Pembangunan Pertanian 2001-2004 (Deptan, 2001). Namun karena program untuk penguasaan teknologi dan peningkatan kemampuan kewirausahaan memerlukan waktu yang panjang maka seyogyanya program ini merupakan program jangka panjang yang perlu mendapat prioritas. Diakui bahwa selama ini teknologi pra-panen lebih berkembang dari teknologi pasca panen pada hal untuk meningkatkan nilai produk jual sangat ditentukan oleh teknologi pasca panen. Oleh karena itu menurut hemat penulis, untuk ke depan teknologi pasca panen perlu lebih mendapat prioritas dan dukungan.

» Read More...

Master Plan Bolehngeblog


Beberapa waktu yang lalu ketika saya mempromosikan blog (yang belum sempurna) ini ke teman-teman saya via email beruntun baik dari google mail maupun melalui yahoo mail, ada beberapa teman yang menanyakan apa sih tema atau Mater Plan (hebat ya kata2nya) blog kamu itu? Apa tujuan blognya? Dan yang paling penting (saya bold saja ya) Mengapa buat blog segala?
 
bingung sih harus menjawab pertanyaan yang mana dulu. Saya jawab aja sekenanya. Begini kang, bahwa saya buat blog ini punya satu tujuan bahwa ingin sekali punya blog yang bisa digunakan untuk berbagi ilmu dan pengetahuan kepada teman-teman saya yang lain. Ilmu maupun pengetahuan yang ingin saya bagi adalah mengenai segala hal yang saya ketahui dan mungkin belum saya ketahui tapi saya jadi tahu karena dikasih tahu sama orang lain (jadi berbelit gini ya). Sehingga materi yang ingin saya share sebenarnya melingkupi semua aspek atau bidang meskipun mungkin ada beberapa bidang yang lebih intens saya posting dng alasan ya itulah bidang saya.
Berbagi Ilmu Pengetahuan secara Legal
Kemudian teman saya menanyakan tentang berbagi ilmu pengetahuan yang dimaksud itu apa? Dan apakah ilmu pengetahuan yang dimaksud bila dibagikan tidak melanggar Hak Cipta?. Saya jawab: begini kang, ada beberapa aspek dari ilmu pengetahuan yang sebenarnya tidak boleh dipendam oleh sendiri. Saya ingin pengetahuan yang diperoleh itu dibagi dan disebarluaskan sehingga pengetahuan yang tadinya belum sempurna 100% menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya. Dengan mengecualikan ilmu pengetahuan yang memang telah dipaten, saya sependapat dengan konsep dasar Oom Torvald Linus (itu loh pendiri OS Linux) bahwa ilmu itu harus berkembang dan harus dikembangkan dengan satu tujuan agar ilmu tersebut bisa sempurna.

Ada beberapa pengetahuan yang sebenarnya bisa diperoleh secara gratisan. Pengetahuan tersebut dapat dibagi dalam berbentuk program/aplikasi maupun teknis untuk menjalankan program/aplikasi tersebut. Contohnya, ada beberapa perusahaan yang sengaja membuat suatu aplikasi dengan tujuan untuk menekan tingkat ketidak-tahuan masyarakat tentang suatu pengetahuan. Misalkan ya Oom Linus tadi yang dengan semangat dan tujuan seperti di atas, menciptakan Linux
, Operating system yang open source untuk menandingi sistem operasi windows yang terkenal tersebut. Meskipun orang Indonesia masih lebih familiar, tapi perkembangan penggunaan Linux yang dapat diperoleh dengan free lisensi tersebut makin lebih baik lagi tiap tahunnya.

Untuk pengetahuan mengenai teknis dari suatu aplikasi komputer misalnya, dapat kita peroleh langsung di situs ilmu komputer
, yang mana situsnya tersebut memang dirancang sebagai ajang berbagi ilmu pengetahuan khususnya dalam hal komputer (dengan beberapa syarat dan kondisi tertentu). Lumayan lengkap materi yang diberikannya, malahan kita bisa membeli CD isi dari situs tersebut seharga kurang dari ceban (hore..ternyata untuk pintar komputer tidak lagi mahal), alternatifnya adalah situs klik-kanan yang lumayan bagus juga

Materi Penunjang
Gambaran materi tersebut di atas hanya bagian kecil dari master plan isi blog saya ini. Karena selain masalah komputer, blog ini juga akan berisi dengan materi motivasi yang saya peroleh langsung dari situs Mario Teguh, Andrie Wongso, dll serta memasukkan spirit kewirausahaan di dalamnya yang saya peroleh dari berbagai macam sumber seperti dari kompas, Pemerintah setempat, dll dan ditunjang dan tidak lupa faktor hukum atau legalitas dari suatu peristiwa terkini cukup penting dengan tujuan para pembaca blog saya ini dapat memahami dan mendalami sendiri maksud dan tujuan dari blog ini, sehingga mudah-mudahan dapat memberikan pencerahan semangat baru dalam masa yang sulit ini dengan semangat yang tinggi dan bervisi untuk mencapai masa depan yang lebih baik lagi. Oh ya, untuk rekan-rekan yang memahami mengenai fungsi dari social bookmark mohon untuk ajarin aku dong. Silahkan email aku ya, karena aku gak ngerti tujuannya. Janji deh nanti yang ngajarin, aku do’ain masuk surga. Aamiin.
Akhirnya, yuk baca blog saya ini…..dan jangan lupa isi komentarnya sejelas-jelasnya. trims

» Read More...